KIRA-KIRA TES WPFK ITU NGAPAIN SIH?
Hai hai, Lexica disini!
Aku udah lama banget gak nulis karena lagi sibuk kerjaan. But now, i'm back dengan topik yang banyak kalian tanyain juga nih.
Seperti yang kalian tahu, Tes WPFK (Wawancara, Pengamatan Fisik dan Keterampilan) adalah tahapan terakhir dalam seluruh rangkaian tes seleksi Poltekim dan Poltekip. Nah sesuai banget sama kepanjangan namanya, kita bakal di wawancarain dan dilihat secara langsung baik physically or potentially. Yang paling bikin menegangkan itu kita bakal di wawancarain sama pejabat-pejabat langsung loh!
Kita bahas mulai dari tenue yang akan dipakai ya. Buat tenuenya masih sama kaya tes-tes kemarin untuk taruna makai celana pendek putih dan baju kaos polos putih, sedangkan calon taruni memakai celana training hitam dan untuk baju nya sama kaya calon taruna ya, untuk calon taruni berhijab bisa memakai baju lengan panjang untuk sepatunya sama-sama pakai sepatu kets ya. Saran aku juga, kalian harus pesen hotel jauh-jauh hari biar ga full book ya. Jangan terlambat saat hari H, pakai pakaian terbaik kalian, jaga kesehatan dan persiapan yang matang.
Nah sekarang aku bakal cerita tes WPFK aku dulu gimana. Jadi tes aku waktu itu di Kampus Tangerang Poltekim dan Poltekip yaa. Tes WPFK dilakukan secara terpusat. Beberapa panitianya dari abang kakak taruna yang cakep cakep jadi makin semangat aja gitu pas tes hahaha. Jadi abang kakak taruna ini yang bakal memandu kita dari pos satpam sampai ke lokasi tes kita nantinyaa..
Percayalah tahapan seleksi yang paling bikin insecure adalah tahapan WPFK. Buat sekadar nengok kanan kiri aja bakal insecure abis. Kalian bisa lihat rival-rival kalian bawa alat yang beraneka ragam, mulai dari bola, panah, alat musik dari yang aku tau namanya sampe yang gak aku tau. Gila banget pokoknya. Yang keliatan diem-diem gabawa apa-apa pun diem-diem punya sertifikat yang banyak banget. Tapi tenang, lexian, bukan berarti kalian-kalian yang cuma bawa tangan kosong gabakal lolos kok.
Jadi gini, setelah abang kakak tadi nganterin kita ke tempat tes, kita bakal disuruh nunggu untuk giliran di ruang tunggu. Begitu udah giliran kita buat maju, petugasnya bakal ngarahin ke ruangan tes dimana ada pewawancara. Seperti yang aku mention tadi, kita bakal ketemu pejabat-pejabat yang bakal nge-wawancarain kita nih, lexian. Kurang lebih 1 catar bisa kedapetan 2-3 pewawancara ya. Ini ada beberapa tips buat kalian yang mau wawancara nih.
- Be aware and well-mannered. Kalo ada kursi jangan langsung duduk. Berdiri di sebelah kursi baru izin untuk duduk ke pewawancaranya. Pakai suara tegas dan lantang (bukan nge-gas) ya. Kalau sudah diizinkan, baru kalian duduk. Duduk pun badan harus tegap, jangan senderan ke kursi ya. Buat taruni kaki dirapatkan, kalau taruna kaki bisa dibuka sewajarnya.
- Saat memulai wawancara, buka dengan baik. Kalian tatap mata pewawancara dengan yakin. Sebagai bukti kalau kalian juga yakin bisa masuk Poltekim.
- Sebelum menjawab bisa diselipkan beberapa kali kata-kata untuk berterimakasih atas waktunya/atas pertanyaannya. Sesudah menjawab bisa diakhiri dengan siap terimakasih dsb. Bisa disesuaikan sesuai preferensi masing-masing ya.
Pengalaman aku sendiri, waktu itu cuman bawa 1-2 sertifikat menang lomba saat SMA. Itupun sertifikat lomba LKBB dan lomba akademik. Persiapan aku untuk WPFK ini ada 4 (empat) : PBB, Karate, bahasa jepang dan jerman, dan pidato bahasa inggris. Tapi sebelumnya aku bakal klarifikasi. Aku bukan sabuk hitam karate, bahkan gak punya sabuk karena gak ikut karate. Tapi bilang bisa pas ditanya pewawancara padahal karate modal Kata 1 dan 2 aja. Bahasa cuma bisa perkenalan doang aja pake modal Youtube. Tapi kalau bahasa inggris jujur aku cukup percaya diri jadi no worries sih hehehe..
Jadi dari atas udah bisa diliat aku mempersiapkan beberapa plan ya lexian. Apakah aku jago di semua itu? Nggak juga. Apakah semua kepake? Tentu aja nggak. Waktu itu aku sendiri hanya diminta nunjukin kemampuan karate aku dan pidato. Pidato bahasa inggris yang aku siapin soal lingkungan waktu itu, eh dimintanya tentang imigrasi. Meskipun agak babibu tapi ya bisa lah.
Kok gitu Lexica? Sia-sia dong mempersiapkan hal yang gak pasti? Hayoo.. siapa yang mikir kaya gini jugaa? Padahal itu salah loh. Tentu aja, apa yang kita persiapkan belum tentu bakal kejadian. Kaya contoh kasus aku di atas. Tapi apakah itu jadi hal yang sia-sia? Nggak. Karena dengan aku mempersiapkan diri, secara nggak sadar aku bakal lebih pede buat jawab. Misalnya materi pidato yang sama sekali beda, meskipun gitu aku udah punya kata-kata andalan pembuka dan penutup pidato dll. Materi apa yang kita persiapkan boleh jadi nggak bisa kita tunjukkan, tapi mental dan keteguhan hati kita yang membawa kita bisa mencapai lebih jauh.
Aku jujur aja kalo ditanya, "Apa aja sih soal yang bakal dilontarkan pewawancaranya Lexica?"
Aku gak bakal bisa bantu banyak. Karena bener-bener se-random itu. Mungkin aku bakal adain part lain khusus bahas pertanyaan-pertanyaan wawancara sambil coba survey ke temen-temen aku ya. Ada yang diminta untuk bela diri, ada yang diminta praktik PBB, diminta pidato, ada yang ditanyain tentang bela negara, bahkan ada temen aku yang ga ngerasa lagi ujian saking santainya obrolan mereka sama pewawancara. Bisa dibilang, tes WPFK itu sangat subjektif, tergantung pewawancara kita sepenuhnya.
Tapi yang bisa kita lakukan hanyalah berusaha dan berikhtiar. Pesen aku, inget ya kalian kan mau jadi Taruna/Taruni. Jadi ya bersikap lah selayaknya Taruna, anggaplah kalian itu keren, berkharisma, tegas dan berwibawa. Kalau mau dianggap Taruna, ya tunjukkan bahwa kalian pantas diterima.
Oke segitu dulu part kali ini yaa, lexian. See you!

Komentar
Posting Komentar